Senin, 21 Juli 2008

opini tentang Konservasi Kota Lama Semarang

KONSERVASI

KOTA LAMA SEMARANG

Kota lama Semarang bisa dibilang sebagai “Little Netherland” karena di dalamnya banyak bangunan-bangunan yang bergaya Belanda. Seharusnya kawasan ini bisa berkembang dengan baik, karena bisa menjadi aset pariwisata yang menguntungkan. Setelah saya menelusuri kawasan ini secara detail, ternyata banyak sekali bangunan-bangunan tua yang sudah hampir roboh, dindingnya hitam, lumutan, serta banyak tanaman yang menjalar di dinding bangunan tersebut. Seakan menambah suasana seram pada kawasan tersebut.

Tidak hanya bangunan, tetapi juga lingkungannya. Dibeberapa tempat, air pada selokan tidak mengalir dan di dalamnya terdapat banyak sekali kotoran sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Orang yang berjalan-jalan untuk melihat kawasan ini menjadi tidak nyaman akan hal ini. Selain itu banyak juga orang-orang yang mendirikan rumah-rumah kayu sepanjang jalan, padahal tidak ada izin dari Pemkot.

Kurangnya perawatan serta pelestarian terhadap kawasan ini, membuat image kawasan ini sebagai kota lama yang terlupakan. Tidak banyak bangunan-bangunan yang telah dikonservasi, seperti Gereja Blenduk, gedung Jiwa Sraya, gedung Marba, srta adanya Polder Tawang. Untuk itu dibutuhkan kesadaran dari segala pihak untuk mengkonservasi kawasan ini, sehingga bisa menjadi tempat wisata yang apik dan banyak dikunjungi wisatawan.

Created by : Adinda Sekar T

L2D 007 002

Selasa, 3 Juni 2008

Tidak ada komentar: